Telp : 021-819-4214 / 0813-8650-8696

5 Kesalahan dalam Mendesain Brosur

Brosur adalah POS materials yang sangat penting
Brosur adalah elemen POS materials yang cukup penting. Ia adalah wakil perusahaan dalam bentuk visual dalam hal penjualan. Betapa pun majunya era digital saat ini, penggunaan brosur konvensional masih menjadi pilihan. Sebab bagaimanapun, mata kita lebih “enak” membaca tulisan/gambar berformat CMYK daripada RGB (digital). Namun banyak pihak yang sering mengabaikan beberapa hal penting yang akhirnya menimbulkan kesalahan ketika ia mendesain sebuah brosur. Berikut ini 5 kesalahan yang umum terjadi saat mendesain sebuah brosur:

Tidak Mempelajari Dulu Kontennya
Desain adalah visualisasi sebuah pesan. Bahasa dalam desain adalah bahasa-bahasa simbolik. Untuk bisa mengkomunikasikan sebuah pesan dengan efektif, pemilihan elemen-elemen desain harus bisa mewakili dari pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, ketika kita membuat desain brosur tanpa mau mempelajari dengan detil kontennya, kemungkinan besar kita akan melakukan kesalahan visualisasi.
Hal ini misalnya : salah memilih foto yang sesuai dengan konten, warna dominan yang tidak mewakili, karakter huruf yang tidak tepat, sampai dengan tata letak yang tidak menimbulkan persepsi yang diinginkan.

Hirarki Informasi Tidak Jelas
Kesalahan lain dalam mendesain sebuah brosur adalah hirarki yang tidak jelas. Mana konten utama, mana fitur, mana informasi pelengkap dan lain sebagainya. Kekacauan hirarki juga biasanya ditunjukkan dengan ketidakkonsistenan beberapa elemen grafis seperti besaran huruf yang berbeda-beda untuk body text dan judul, warna yang tidak sama, serta penggunaan jenis font yang tidak konsisten pada struktur hirarki yang seharusnya sama. Misalnya ketika anda sudah menetapkan sub judul menggunakan font franklin gothic 10pt, seharusnya semua subjudul seperti itu agar pembaca tidak mengalami kebingungan ketika membacanya.

Tidak Mengubah Format Foto
Umumnya cetak offset menggunakan format gambar CMYK. Sedangkan default foto dari kamera biasanya berformat RGB. Ketika format ini tidak diubah, maka nanti setelah cetak, foto tersebut akan tampak buram, tidak cerah. Oleh karena itu, sebelum naik ke proses cetak, pastikan semua foto dalam desain tersebut sudah berformat CMYK.

Terlalu Banyak Menggunakan Keluarga Huruf
Saat ini font digital sangat mudah dibuat dan karenanya kita memiliki sangat banyak pilihan font. Justru karena sangat banyak pilihan ini, sebagian orang menjadi “euforia” dan menggunakan banyak sekali jenis font dari berbagai keluarga huruf dalam satu desain. Hal ini berakibat pada kekacauan hirarki, memusingkan pembacaan, mengurangi keefektifan pesan dan keeleganan desain. Misalnya, ketika anda sudah menggunakan font swiss 721 BT sebagai body text sebaiknya tidak menggunakan font tipe lain pada paragraf atau bagian konten yang lain. Kecuali untuk tujuan emphasis (penekanan).

Lupa Mencantumkan Data Penting
Ini adalah satu kesalahan yang paling fatal ketika mendesain sebuah brosur. Betapa pun indah dan estetisnya elemen visual brosur anda, ketika anda “lupa” mencantumkan data-data penting seperti alamat, no telepon yang bisa dihubungi, alamat website, email, dll, maka kemanfaatan brosur itu menjadi sangat berkurang. Okelah pembaca menjadi sangat tertarik dengan bahasa dan desain brosur anda, tetapi ketika mereka ingin melakukan eksekusi, mereka bingung harus menghubungi kemana. Dan akhirnya penjualan batal terjadi. Tentu sebuah kerugian yang sangat besar. Pengecualian terjadi ketika ini hanya brosur untuk menjaga awareness terhadap sebuah brand yang sudah banyak dikenal orang.