Meremehkan Desain adalah Sebuah Kesalahan

“Buat apa apa pakai desain-desain segala? dengan desain yang ada saja sudah laku kok !”

 

Itu adalah penyataan standar yang sangat sering dilontarkan para marketer atau business owner ketika ditawarkan sebuah jasa desain kepadanya. Biasanya pernyataan itu lahir dari mereka yang belum aware terhadap manfaat desain bagi perkembangan bisnis atau perusahaannya. Bagi mereka desain logo, desain company profile, desain brosur, desain kemasan produk, dan masih banyak lagi, tidak perlu dikelola dengan lebih baik lagi. Dan kata pamungkasnya adalah : “yang penting jualannya!”…. Apakah benar? Mari melihat lebih jauh…

 

desain

 

Desain dan Omset

Salah satu hal paling pamungkas yang sering “dipertanyakan” tentang mengapa kita perlu desain adalah, bagaimana pengaruh sebuah desain profesional itu terhadap omset. Cara pandang ini paling banyak terdapat dikalangan UKM (Usaha Kecil menengah) dan di sebagian marketer perusahaan besar yang cara pandangnya “sales-minded”. Semua diukur berdasarkan penjualan sesaat.

 

Cara pandang tersebut juga dimiliki mereka yang merasa bahwa sebuah penjualan adalah hasil dari “berjualan secara langsung”. Dan semua cara pandang ini sangat memperlihatkan pendeknya cara berpikir seseorang. Ia tidak berpikir lebih panjang lagi seperti menjaga sustainabilitas sebuah bisnis atau bahkan bagaimana ia mulai membangun sebuah brand. Mereka menganggap bahwa ketika mereka sudah mengeluarkan budget lebih untuk desain, mereka harus mendapatkan hasilnya dengan segera. Mirip dengan adegan sulap kira-kira.

 

Sebenarnya bukan berarti desain yang baik pada logo, company profile, brosur, poster, kemasan produk, dll tidak bisa menaikkan omset. Dalam banyak kasus itu sering terjadi, mulai dari 50%, 100%, bahkan lebih. Tetapi memang efek desain pada identitas perusahaan dan marketing tools akan lebih berpengaruh pada jangka panjang.

 

Bagaimana Desain Bekerja Menaikkan Omset

Pertanyaan mendasar dari semua paparan tersebut adalah, bagaimana cara sebuah desain bisa menaikkan omset? Alurnya bisa dijelaskan seperti ini. Keputusan pembelian konsumen bisa didapatkan dari banyak hal, mulai dari rekomendasi teman, pengalaman masa lalu dia, hasil trial, iklan di koran/majalah/TV, dan masih banyak lagi. Semua channel yang memungkinkan produsen menjangkau konsumen akan digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut.

 

Nah, muara dari semua itu adalah “persepsi” konsumen. Dan itu hanya ada di dalam pikiran dan hatinya sebelum ia melakukan sebuah eksekusi pembelian. Desain bekerja memperkuat persepsi itu. Ia adalah bahasa non-verbal yang berbicara dalam simbol-simbol visual. Simbol-simbol ini bekerja “menghubungkan” antara produk/jasa yang akan di jual dengan konsumen. Ia membuat produk/jasa itu menjadi relevan dengan konsumen sehingga konsumen seperti merasa memiliki sebuah “bonding” tertentu dengan produk/jasa tersebut.

 

Desain yang profesional tersebut sedang membangun konteks. Sesuatu yang nilainya jauh lebih tinggi daripada sekedar konten. Misalnya jika kita bicara teh manis siap saji, kenapa kita memilih Sosro daripada merk lain? Bisa jadi bonding itu sudah terbentuk baik sejak masa-masa lalu. Ketika kita mencari sebuah camilan untuk dinikmati, bisa jadi kita memilih sebuah snack yang secara visual mendeskripsikan sesuatu yang kita cari, sebuah experience yang memang kita butuhkan.

 

Efek desain ini memang seperti hipnotis kecil. Bahkan dalam sebuah penelitian, bahasa non verbal seperti bahasa visual ini justru berperan lebih besar daripada bahasa verbalnya. Contoh sederhana begini. Anda mendapatkan sebuah brosur tentang layanan profesional sebuah klinik kecantikan. Tetapi desain brosurnya terlihat “sangat kampungan”. Apakah anda akan percaya dengan “keprofesionalan” yang ditawarkan?

 

Misalanya anda punya perusahaan yang masih kecil. Bergerak di bidang konsultan SDM. Lalu anda bertemu dengan prospek anda. Anda menyerahkan kartu nama, dimana disana tertera nama perusahaan dan logo anda. Kartu nama anda didesain dengan sempurna, minimalis, elegan, modern. Di cetak dengan sempurna pula, menggunakan art carton 310 gr, full color, 2 muka, laminasi dove. Kira-kira apa persepsi yang timbul dari si prospek? Jika jawabannya nggak “nyeleneh” pasti ia akan “terpengaruh persuasi visual” itu. Ia akan melihat anda sebagai konsultan profesional yang sudah sangat berpengalaman.

 

Persaingan bisnis sudah demikian ketat. Meremehkan pentingnya desain adalah sebuah kesalahan. Sebab anda seperti tertinggal beberapa langkah saat yang lain mulai berlari mengejar dan menjangkau konsumen yang sedang anda bidik. Jadi, bijaksanalah… mulailah memperbaiki tampilan desain seluruh identitas dan marketing tools kita.

 

 jasa desain company profile