Tidak Sadar Branding UKM, Permasalahan Pelaku Bisnis Kecil – Menengah

Kompetisi bisnis semakin ketat. Bahkan kini Indonesia dibayang-bayangi era pasar bebas ASEAN 2015 yang sudah semakin dekat. Jika tak ada persiapan, jangankan bisa berkembang, bisa survive saja sudah bagus. Dan salah satu yang sering dilupakan oleh para pelaku bisnis UKM adalah melakukan branding UKM mereka sejak awal.

 

branding UKM

 

Branding UKM Demi Sustainability Bisnis

Salah satu yang tidak dipahami para pebisnis UKM adalah bahwa mereka tidak memahami branding UKM mereka sebagai fungsi untuk menjaga sustainability bisnis. Kebanyakan para pelaku bisnis UKM masih berfokus pada trading dan melupakan sisi branding. Hal ini bisa disebabkan karena ketidaktahuan, ego, atau sifat tertutup mereka atas ide baru.

 

Sebagian pelaku UKM “malas belajar” lebih jauh untuk melakukan pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan (sustainable). Hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka cepat puas. Bisa jadi setelah perjuangan melawan kondisi yang tidak stabil dan usaha mereka bisa keluar dari itu serta mulai mendapat profit (setelah omset meningkat) mereka menjadi sangat puas. Dan yang lebih parahnya lagi menjadi “sombong”, merasa “sudah berhasil” sehingga malas belajar lebih jauh.

 

Sebagian lagi mempertanyakan manfaat branding UKM jika dengan kondisi sekarang saja mereka sudah untung besar. Ini adalah pertanyaan-pertanyaan klasik yang selalu mereka ajukan jika ada orang lain yang coba memberikan pencerahan soal bisnis yang berkelanjutan. Tiba-tiba, semangat belajar pantang menyerah ketika awal membangun bisnis menjadi hilang begitu saja, termakan kepuasan kesuksesan besar yang baru saja diraih.

 

Semua ini berbahaya, sebab dunia berubah, dan kita harus bisa mengikuti perubahan itu sendiri untuk selamat. Sebagian orang baru sadar bahaya ini ketika secara sistematis terjadi penurunan omset dan profit yang sepertinya sulit dicegah (alarm yang sangat umum bagi banyak pihak). Dan lebih membingungkan lagi, jika ternyata banyak langkah yang dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan menjadi gagal. Saat itulah, bisa jadi mereka baru sadar pentingnya branding UKM.

 

Proses yang Dilakukan dalam Branding UKM

Branding sederhananya adalah membuat produk kita berbeda dengan kompetitor. Dan pada tinjauan yang luas, ia adalah langkah kita untuk membenamkan value pada produk/jasa kita sehingga ia bukan barang “mati” lagi, tetapi berubah seakan menjadi benda hidup yang bisa bergerak dan berkembang sendiri.

 

Pada sisi dasar, kita harus menanamkan sebuah value yang akan menjadi komitmen bersama. Setelah itu baru value itu “dikomunikasikan” secara massal baik kepada pihak internal perusahaan (internal branding), maupun kepada pihak luar (konsumen). Value itulah yang dijual dan direpresentasikan dalam banyak material promosi.

 

Dari sisi visual proses branding UKM ini misalnya dengan mulai membuat logo, company profile, brosur, kemasan produk dan semua material promosi visual yang bisa merepresentasikan sebuah value yang diusung. Salah satu catatan besar branding adalah konsistensi. Dan karenanya, selain mengimplementasikan value dalam simbol-simbol visual tertentu, semua material promosi itu harus dijaga konsistensinya sebab ini menyangkut identifikasi konsumen terhadap brand kita.

 

Branding adalah Proses yang Tidak Sebentar

Semua proses yang dilakukan untuk membangun sebuah brand tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sebentar. Sebabnya sederhana, karena proses penerjemahan dan deliver value itu tidak bisa sebentar. Konsistensi itu yang butuh pembuktian di lapangan. Jika sebuah brand sudah terbukti bisa mendeliver value-nya dengan konsisten, baru proses branding itu dianggap berhasil.

 

Jangankan UKM yang kebanyakan memiliki dana terbatas. Perusahaan besar saja yang ingin melakukan branding untuk sebuah produknya membutuhkan waktu rata-rata 5 tahun hingga brand-nya stabil dalam arti mulai dari awareness hingga loyalitas. Walaupun sering kali permasalahan budget bisa dicari jalan keluarnya dengan solusi yang lebih kreatif seperti dengan memanfaatkan WOMM (Word of Mouth Marketing) dan Socmed (Social Media).

 

Penegasan disini adalah, bahwa branding UKM itu penting, dan membangunnya tidak sebentar. Jadi buat yang baru berpikir saat ini (apalagi masih belum menganggap penting), kami do’akan semoga anda tidak terlambat melakukan “start”. Jangan sampai orang lain sudah di garis finish, anda baru mau mulai siap-siap. Lakukan branding sekarang, sebelum semuanya terlambat.

 

jasa desain company profile